Penanaman Tunas Muda Bersama Adam Hawa Siliwangi, Pramuka, LMP dan Komunitas Lain di Jatisampurna Kota Bekasi

Kota Bekasi, Perpek Media – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kembali diwujudkan melalui aksi nyata penanaman pohon di bantaran Sungai Cikeas. Kegiatan bertajuk Penanaman Tunas Muda yang digelar pada pagi hari Sabtu, 10 Januari 2026, dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai komunitas pencinta lingkungan dan kepemudaan, sebagai upaya menanamkan nilai cinta alam sejak dini kepada generasi muda.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Adam Hawa Siliwangi bersama Kalpataru, serta melibatkan unsur Pramuka dan komunitas lingkungan lainnya. Acara secara resmi dihadiri dan dibuka oleh Lurah Jatirangga, serta mendapat dukungan dari Sesepuh Wilayah Jatirangga sebagai bentuk sinergi antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah tingkat kelurahan.

Gerakan ini mengusung filosofi menumbuhkan tunas-tunas muda generasi penerus agar gemar menanam, bukan gemar menebang. Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan, memahami pentingnya pohon bagi kehidupan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjaga alam secara berkelanjutan.

Program penanaman meliputi pohon kelapa dan berbagai jenis pohon lainnya yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis. Selain untuk penghijauan, penanaman ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem sungai, memperkuat bantaran Sungai Cikeas, serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan akibat erosi.

Kegiatan akan dilaksanakan di sepanjang enam kilometer bantaran Sungai Cikeas, mulai dari Jembatan Mendu hingga Jembatan AL yang berada di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Kegiatan direncanakan berlangsung selama satu tahun dengan pola penanaman rutin setiap bulan. Pada pagi hari pelaksanaan pertama ini, sebanyak 125 pohon telah berhasil ditanam sebagai awal dari target total 1.500 pohon.

Ketua Adam Hawa Siliwangi, Kang Abel, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan jangka panjang dan berkelanjutan. “Penanaman ini akan dilaksanakan setiap bulan hingga target tercapai sepanjang enam kilometer bantaran Sungai Cikeas. Kegiatan ini dilakukan secara terpadu, terarah, dan berkesinambungan, mulai dari menanam, merawat, hingga menjaga agar pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Kang Abel.

Sementara itu, Lurah Jatirangga dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif tersebut. “Kami sangat mengapresiasi gerakan penanaman pohon yang melibatkan komunitas dan generasi muda. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah kelurahan dalam menjaga lingkungan dan mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian alam,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Sesepuh Wilayah Jatirangga, yang menilai kegiatan ini memiliki nilai moral dan edukatif yang kuat. “Menanam pohon bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang warisan untuk anak cucu kita. Ketika anak-anak muda dilibatkan sejak sekarang, maka mereka sedang diajarkan untuk mencintai dan menjaga alamnya sendiri,” tuturnya.

Program ini sejalan dengan kebijakan dan program pelestarian lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Pemerintah Kota Bekasi, khususnya dalam upaya penghijauan dan perlindungan daerah aliran sungai.

Komunitas yang Terlibat:

1. Adam Hawa Siliwangi
2. Kalpataru
3. Wanabakti
4. Al-Madaad Scout (Pramuka)
5. LMP Pomel
6. SRB (Sahabat Reptil)

Melalui kolaborasi lintas komunitas, dukungan tokoh masyarakat, serta peran aktif pemerintah setempat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kelestarian lingkungan sekaligus membentuk karakter generasi muda yang peduli, berjiwa gotong royong, dan bertanggung jawab terhadap alam demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Free)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *