Jakarta, Perpek Media — Suasana pagi di PKBM Mutiara Hati berubah menjadi panggung penuh makna. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Lembaga pendidikan ini menggelar upacara yang menyatukan seluruh elemen dari tenaga pendidik hingga peserta didik lintas jenjang dalam satu barisan semangat, Sabtu (2/5/2026).
Upacara berlangsung tertib, khidmat, namun sarat energi kebangsaan. Mulai dari jenjang PAUD hingga program Paket A, B, dan C aku seluruh peserta larut dalam satu tujuan menghormati nilai-nilai pendidikan yang menjadi fondasi kemajuan bangsa.
Kepala Sekolah PAUD dan PKBM Mutiara Hati, Nanik Sri Utami, mengatakan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi mendalam atas perjuangan para tokoh pendidikan.
“Upacara ini bukan hanya untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan pendidikan, terutama Ki Hajar Dewantara. Pendidikan adalah kunci utama dalam membangun masa depan bangsa,” ujarnya saat diwawancari di Lapangan RT 05 RW 013 Pejagalan.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan harus terus menjadi ujung tombak perubahan.
“Kalau kita ingin masa depan yang kuat, maka pendidikan harus kita jaga, kita rawat, dan kita majukan bersama. Ini bukan hanya tugas guru, tapi tanggung jawab kita semua,” sambungnya.
Faizal selaku peserta didik turut menyampaikan kesan mereka. Salah satu siswa Paket B yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Upacara ini bikin saya sadar, sekolah bukan cuma soal nilai, tapi tentang masa depan. Saya jadi lebih semangat belajar.” ungkapnya.
Sementara itu, seorang guru juga memberikan pandangannya secara lugas, “Hari ini bukan sekadar upacara. Ini pengingat keras bahwa pendidikan di Indonesia harus terus diperjuangkan, bukan hanya dibicarakan.” tegasnya.
Momentum Hardiknas di PKBM Mutiara Hati pun menjadi lebih dari sekadar rutinitas. Ia menjelma menjadi titik nyala membangkitkan semangat belajar, memperkuat dedikasi mengajar, serta menanamkan nilai perjuangan pendidikan yang tak lekang oleh waktu. (MAW)
