Tangerang, Perpek Media — Pemerintah Kelurahan Tigaraksa mengambil langkah strategis dan nyata dalam menangani permasalahan lingkungan. Lurah Tigaraksa, Eko Suyanto, SE., secara resmi memimpin kegiatan sosialisasi inovasi pengelolaan sampah yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mencari solusi jangka panjang atas permasalahan sampah yang telah menjadi tantangan bersama selama ini. Acara berlangsung dalam suasana tertib, khidmat, dan penuh antusiasme.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Kabupaten Tangerang, sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air dan daerah. Suasana semakin khusyuk saat doa dibacakan oleh Ismail, Staf Kelurahan Tigaraksa, guna memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian acara agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Dalam sambutan pembukaannya, Lurah Tigaraksa, Eko Suyanto, SE., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran seluruh pihak yang terlibat. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Kelurahan beserta jajaran staf, narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tangerang yakni Safrudin Tuan Kota dan Muslih, serta M. Dzaki Alfian selaku praktisi, pengamat, dan Pemimpin Redaksi Media GAKORPAN NEWS. Kehadiran para narasumber diharapkan dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi efektif mengenai pengelolaan sampah yang dimulai dari tingkat paling dasar, yaitu rumah tangga.
“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh tamu undangan, khususnya Ketua RW 02, para Ketua RT 01, 02, 03, dan seluruh warga yang telah meluangkan waktunya. Sinergi dengan media massa sangat kami harapkan, karena peran penyebaran informasi dan edukasi sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat. Bersama-sama kita harus menjadi solusi atas permasalahan sampah yang merupakan urusan kita bersama,” tegas Eko Suyanto dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga di lingkungan RW 02 untuk turut berperan aktif dan memiliki rasa tanggung jawab bersama. Melalui forum ini, ia menekankan pentingnya membangun perubahan pola pikir dan perilaku.
“Mari kita sukseskan program ini dengan memulai langkah kecil namun memberikan dampak besar, yaitu memilah sampah sejak dari rumah masing-masing. Lingkungan yang bersih, sehat, dan indah adalah hak sekaligus kewajiban kita semua,” ujarnya sekaligus membuka secara resmi kegiatan sosialisasi dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.
Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Muslih, narasumber dari Tim Pemantauan dan Evaluasi BAPPEDA Kabupaten Tangerang. Ia menyapa langsung warga RW 02, Kampung Pabuaran, yang menurut keterangan Ketua RW setempat, Yanto, dihuni oleh sekitar 400 Kepala Keluarga. Muslih menegaskan bahwa jumlah penduduk sebesar itu berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah besar jika tidak dikelola dengan baik, namun di sisi lain juga dapat menciptakan nilai ekonomi jika diolah secara tepat.
“Ubahlah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang bermanfaat. Kesadaran dan rasa tanggung jawab adalah kunci utamanya. Kami mengajak Bapak dan Ibu tidak hanya membuang sampah, tetapi mulai memilah dan mengolahnya agar memiliki nilai manfaat. Langkah nyata yang dapat segera dilakukan adalah membentuk kepengurusan Bank Sampah di setiap RT,” ungkap Muslih di hadapan peserta yang menyimak dengan saksama.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Warga terlihat antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi, ditunjang penyajian materi berupa tayangan visual yang memudahkan pemahaman. Dengan gaya penyampaian yang akrab dan memotivasi, Muslih mengajak warga untuk bangga menjaga lingkungannya. Sebagai hasil diskusi yang konstruktif, disepakati pembentukan tiga kelompok kerja Bank Sampah dengan nama yang mengandung makna positif, yaitu Pabuaran Bersih, Pabuaran Berkah, dan Pabuaran Hijau Lestari.
“Bank Sampah bukan sekadar tempat menumpuk sampah, melainkan wadah untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Di tangan yang kreatif, sampah dapat berubah menjadi sumber manfaat ekonomi bagi lingkungan,” tambahnya.
Sesi berikutnya diisi oleh Safrudin Tuan Kota dari BAPPEDA, yang menyampaikan materi secara jelas dan terperinci. Melalui panduan visual, ia memperkenalkan cara membuat alat pengomposan sederhana berbahan pipa yang ditanam sedalam 100 sentimeter. Teknik ini dinilai efektif untuk mengolah sampah organik menjadi Pupuk Cair Organik yang berkualitas. Selain itu, Safrudin juga menjelaskan perbedaan mendasar serta cara pengolahan sampah organik dan anorganik agar tidak tercampur dan tetap memiliki nilai guna.
Lebih lanjut, ia memaparkan inovasi lain berupa pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, salah satunya pembuatan Ecoenzim. Cairan serbaguna hasil olahan sampah organik ini memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih lingkungan hingga penyubur tanaman, bahkan dapat diperjualbelikan jika diolah secara tepat dan berkelanjutan.
Menjelang akhir acara, M. Dzaki Alfian, Redaksi Pelaksana Media GAKORPAN NEWS sekaligus pengamat lingkungan, turut berbagi pengalaman mengenai penerapan pengelolaan sampah di lapangan. Ia secara khusus mengajak warga RW 02 untuk menjadi pelopor perubahan.
“Mari kita tanamkan dalam hati: menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita sendiri. Mulailah dengan memilah sampah di rumah, karena kebiasaan baik akan melahirkan lingkungan yang sehat dan asri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan peran media sebagai mitra strategis pemerintah. “Kami hadir untuk membantu menyebarluaskan informasi program pemerintah dan mengedukasi masyarakat agar semangat peduli lingkungan dapat dirasakan oleh semua kalangan.” Sambungnya.
Ia juga mengingatkan bahwa permasalahan sampah kini telah menjadi isu berskala global. Oleh karena itu, perubahan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. “Jika satu rumah tangga berhasil mengelola sampah dengan baik, maka satu keluarga terhindar dari risiko polusi. Jika satu RW berhasil, maka satu wilayah dapat menjadi contoh bagi yang lain. Dampaknya akan sangat besar bagi keberlanjutan lingkungan hidup kita,” pungkasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kelurahan Tigaraksa menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat. Diharapkan, warga semakin memahami dan mampu menerapkan cara pengelolaan sampah secara mandiri. Terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, asri, serta meningkatnya kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pengolahan sampah, menjadi tujuan utama yang ingin dicapai secara bersama-sama. (Ilham)
