Banten, Perpek Media – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Upacara Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), berlangsung khidmat. Acara dihadiri unsur TNI, jajaran Pemerintah Daerah, serta berbagai elemen masyarakat. Pada kesempatan istimewa tersebut, Komandan Grup 1 Kopassus, Brigjen TNI Raden Nashrul Faturrohman, mendapat kehormatan membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di hadapan seluruh peserta upacara.
Pembacaan Pembukaan UUD 1945 menjadi salah satu rangkaian inti peringatan ini, berfungsi sebagai pengingat agar senantiasa menjaga nilai-nilai dasar bangsa yang menjadi fondasi kehidupan bernegara. Dengan penuh penghayatan dan semangat kebangsaan, ia melantunkan naskah konstitusi yang menjadi pedoman hidup seluruh rakyat Indonesia.
Peringatan tahun ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Grup 1 Kopassus dan Pemerintah Daerah dalam mendukung pembangunan dan kemajuan bangsa. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu mempererat persatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila.
Kehadiran Brigjen TNI Raden Nashrul Faturrohman dalam upacara tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Banten. Pasalnya, perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang kini menjabat jabatan strategis itu merupakan putra asli daerah, kelahiran Pandeglang.
Perjalanan karier beliau hingga mencapai posisi penting di lingkungan TNI diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda Banten. Semangat pengabdian, kerja keras, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap tanah air yang ditunjukkan menjadi contoh nyata bahwa putra-putri daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi dan mengharumkan nama daerah serta bangsa di tingkat nasional.
Melalui semangat kebersamaan ini, Grup 1 Kopassus bersama Pemerintah Daerah berkomitmen senantiasa menjadikan butir-butir Pancasila sebagai pedoman dalam setiap langkah pengabdian. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dijadikan landasan utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, kuat, dan berdaya saing.
Secara keseluruhan, upacara berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan tekad bulat seluruh komponen bangsa untuk menjaga persatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (*/Red)
