Patroli Siskamling Berhasil Gagalkan Tawuran, Dua Remaja dan Sebilah Celurit Diamankan Polsek Tambora

Jakarta, Perpek Media – Upaya pencegahan tawuran remaja kembali dilakukan jajaran Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat. Kali ini, dua remaja berinisial RG (17) dan R (16) diamankan petugas saat patroli siskamling bersama warga karena diduga hendak terlibat aksi tawuran di wilayah hukum Tambora, Rabu (3/6/2026).

Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara didampingi Panit Reskrim Ipda Priyo Purnomo menjelaskan, kedua remaja tersebut diamankan setelah petugas patroli siskamling mendapati gerak-gerik mencurigakan saat melakukan patroli kewilayahan.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sebilah celurit berukuran panjang yang dibungkus menggunakan sarung dan dibawa oleh para remaja tersebut.

Menyadari kehadiran petugas, keduanya sempat berusaha melarikan diri sehingga terjadi aksi kejar-kejaran sebelum akhirnya berhasil diamankan.

“Kedua remaja kami amankan setelah terlihat mencurigakan saat patroli. Mereka membawa celurit yang dibungkus sarung dan diduga hendak melakukan tawuran. Sempat terjadi kejar-kejaran dengan anggota sebelum akhirnya berhasil diamankan,” ujar AKP Sudrajat Djumantara, Rabu, 3/6/2026

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua remaja tersebut diduga berencana berkumpul dengan kelompok lain di kawasan Bandengan.

Namun sebelum rencana tersebut terlaksana, petugas lebih dahulu mengamankan mereka di wilayah Angke, Tambora, berikut sepeda motor yang digunakan serta senjata tajam yang dibawa.

Diketahui, satu remaja merupakan warga Jakarta Utara, sementara satu lainnya berasal dari Jakarta Barat.

Polisi kini masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan keterlibatan kelompok remaja lainnya, termasuk dugaan adanya ajakan tawuran yang beredar melalui media sosial.

“Kami akan mendalami motif kedua remaja ini, termasuk kemungkinan adanya kelompok lain dan ajakan tawuran melalui media sosial,” jelasnya.

Polsek Tambora juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk orang tua, sekolah, dan instansi terkait lainnya untuk melakukan langkah pembinaan serta penanganan yang tepat terhadap kedua remaja tersebut. (*HMSPLRSJB/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *