WPO Asean Zone Apresiasi Bengkel Pantun Perempuan LAMR: Pelestarian Budaya Melayu Untuk Perdamaian ASEAN

Pekanbaru, Perpek Media – World Peace Organization (WPO) ASEAN Zone memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Bengkel Berbalas Pantun Perempuan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Adat Melayu Riau, Pekanbaru, pada Kamis, 4 Juni 2026, dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-56 LAMR Provinsi Riau dengan tema “Menegakkan Hak-Hak Adat untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

Wakil Presiden WPO untuk ASEAN Zone, Datuk Seri Paduka Ramle Bin Mat Dale, turut hadir menyaksikan langsung interaksi budaya yang terjalin antara perempuan adat Riau dan delegasi Raja-Raja Melayu dari Malaysia.

“Bengkel pantun ini merupakan wujud diplomasi budaya yang sangat indah. Melalui pantun, kita merajut perdamaian serta mempererat tali silaturahmi sesama serumpun di kawasan ASEAN. Masyarakat Melayu adalah satu rumpun, satu bahasa, dan satu jiwa. Inilah makna sesungguhnya semboyan ‘aur dengan tebing’ yang tetap terjaga hingga di era modern ini,” ujar Datuk Ramle.

Beliau menegaskan bahwa WPO ASEAN Zone berkomitmen penuh mendukung setiap inisiatif budaya yang dapat menjadi jembatan perdamaian antarnegara. Menurutnya, pelestarian tradisi pantun yang carried out oleh perempuan adat merupakan langkah strategis dalam menjaga identitas budaya Melayu sekaligus memperkokoh stabilitas sosial dan keharmonisan di kawasan ASEAN.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada kaum perempuan yang tergabung dalam wadah Puan LAMR.

“Seluruh rangkaian kegiatan budaya dalam peringatan Milad ini lahir dari kerja keras dan inisiatif Puan LAMR sendiri, bahkan dibiayai secara swadaya. Ini menjadi bukti nyata betapa besarnya rasa cinta dan tanggung jawab mereka terhadap kelestarian adat dan budaya Melayu,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi simbol penguatan hubungan persaudaraan antara masyarakat Melayu Riau dan Malaysia dalam bingkai semangat perdamaian ASEAN. Peringatan Milad ke-56 LAMR Riau kembali menegaskan bahwa budaya adalah jalan terbaik untuk meraih kedamaian. Selama pantun masih terus berbalas, persatuan rumpun Melayu di kawasan ASEAN akan tetap terjaga erat.

Kalau ada sumur di ladang,
Boleh kita menumpang mandi.
Dengan pantun kita berdamai!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *