Jakarta, Perpek Media – Warga di kawasan Jalan Jembatan Gantung RT. 05/06/07 RW. 08 kembali terpuruk menghadapi banjir yang mengguyur pada hari Kamis (29/01/2026) pagi sekitar pukul 06.30 WIB, setelah hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah ibu kota sejak malam Rabu (28/01) sekitar pukul 22.00 WIB.
Berdasarkan pantauan langsung awak media yang tiba di lokasi pada pukul 08.15 WIB, ketinggian air banjir saat ini mencapai kisaran 30 hingga 40 cm atau setinggi sebetis orang dewasa, dengan warna air yang keruh pekat karena membawa banyak lumpur dari sekitar kawasan.
Genangan air yang menyebar ke seluruh permukaan jalan dan halaman rumah warga membuat aktivitas sehari-hari harus terhambat. Rumah warga yang terdiri dari 3 RT ini mengalami air masuk hingga ke dalam ruang tamu dan kamar tidur, membuat barang-barang elektronik seperti televisi, kipas angin, dan mesin cuci terancam rusak jika tidak segera diangkat ke tempat yang lebih tinggi.
Kejadian ini menjadi beban tambahan yang sangat berat bagi warga, mengingat baru saja seminggu yang lalu tepatnya pada hari Kamis (22/01) kawasan tersebut juga terendam banjir selama dua hari berturut-turut. Saat itu, ketinggian air bahkan mencapai 60 cm dan membuat sebagian besar warga harus mengungsi ke rumah kerabat.
Baru saja mereka menyelesaikan serangkaian pekerjaan berat mulai dari membersihkan lumpur yang menumpuk di setiap sudut rumah, mencuci puluhan helai baju yang terkontaminasi kotoran, hingga memperbaiki sebagian barang yang rusak akibat terendam air, kini mereka harus menghadapi musibah yang sama berulang kali.

Terlihat beberapa warga tengah berkemas-kemas barang berharga mereka seperti perlengkapan makan, kasur lipat, dan baju-baju penting ke dalam karung atau kotak kardus, kemudian mengangkutnya ke tempat yang lebih aman seperti atas meja atau lantai dua. Wajah mereka terpampang kesusahan dan kelelahan akibat harus berjuang melawan banjir yang tampaknya tak ada ujungnya.
“Sampai baru saja baju-baju sama barang-barang kita selesai diberesin dari banjir yang lalu, bahkan beberapa pakaian masih ada yang belum kering total. Sekarang malah banjir lagi aja. Cape bebenah aja terus begini! Kita sudah capek banget menghadapi hal yang sama berkali-kali,” ucap salah seorang ibu rumah tangga yang tidak ingin disebutkan namanya dengan nada keluhan yang mendalam.
Tak hanya barang di dalam rumah, sejumlah warga juga merugi akibat kerusakan pada kendaraan mereka. Beberapa di antaranya terpaksa menggunakan motor untuk keluar rumah atau pergi bekerja pada banjir kemarin, hingga akhirnya motornya mengalami kerusakan akibat terpaksa melintasi banjir dan kehujanan.
“Motor saya baru saja diperbaiki karena rusak pas banjir seminggu lalu. Kena kode 12, soket ECU nya gosong karena kehujanan sama lewatin banjir terus” ungkap Eka.
Air banjir yang menggenangi kawasan juga mulai menimbulkan bau tidak sedap akibat campuran lumpur, sampah yang menyebar ke seluruh penjuru. Hal ini tentunya dikhawatirkan akan menyebabkan munculnya penyakit seperti diare atau demam berdarah jika banjir tidak segera surut dan kawasan tidak segera dibersihkan dengan benar. (Mai)
