Jakarta, Perpek Media – Pergantian malam tahun baru 2026 yang dirayakan warga DKI Jakarta dengan hiburan serta dentuman suara kembang api, tidak mempengaruhi warga RW 016 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan. Mereka khususnya duduk bersila dan berdoa di dalam acara syukuran pada Rabu (31/12/2025).
Warga bersukur karena jalan tempat tinggal mereka sudah dicor kembali. Ruas jalan yang tepatnya di depan muara Kali Duri, yang dulu dikerjakan Pemprov DKI Jakarta pada sekitar tahun 2016, saat itu hanya dikerjakan separuh saja dari sekian luas ruas jalan yang ada. Kini diselesaikan kembali oleh Pemprov DKI Jakarta melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari salah satu perusahaan properti, yaitu Agung Podomoro.
Ketua RW 016 Eko Hariyanto, ketika diwawancarai awak media di lokasi acara syukuran, mengatakan, “Merasa senang dan bersyukur akhirnya. Setelah kunjungan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anum pada Senin (27/10/2025) lalu ke wilayah RW 016 untuk melihat langsung kondisi jalan yang dikeluhkan warga, mendapat respon baik dan cepat dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anum. Jalan yang dulu hanya dikerjakan separuh dari ruas jalan yang ada, kini dikerjakan kembali oleh Pemprov DKI Jakarta” ujarnya.
Sebagai ketua RW, merasa prihatin melihat keadaan jalan yang sudah bertahun-tahun menjadi keluhan warga kini bisa diselesaikan dengan sempurna. “Saya melihat, sebelum jalan ini selesai, sering ada mobil yang lewat terjebak atau roda terpanting ke ruas jalan sebelah yang belum selesai dikerjakan. Hal itu terjadi karena banyak pengguna jalan yang naik kendaraan mobil pribadi bukan dari warga sekitar,” tambahnya.
Memang kalau dilihat, sepanjang jalan yang dicor itu hanya separuh, dan sangat berpotensi akan ada kendaraan mobil yang lewat nyasar kesamping jalan yang berbeda ketinggiannya. Apalagi jika pengguna kendaraan roda empat bukan warga sekitar.
Belum lagi warga sekitar yang bermukim dekat kali akan kebanjiran air kali ketika terjadi pasang air laut yang memenuhi muara Kali Duri.
LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan) RW 016 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Sri Hartini Sangat menyambut baik respon cepat dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anum. Ketika mendengar viral di media sosial, yaitu sebuah postingan Instagram dari salah satu warga yang menceritakan betapa seringnya ada pengguna jalan roda empat mengalami kecelakaan ketika melawati jalan.
“Roda mobilnya sebelah terpanting ke ruas jalan yang berbeda ketinggiannya, sehingga kendaraan hampir terguling. Dampak dari insiden itu, pengguna jalan yang lain menjadi terhalang hingga memacetkan jalan,” tuturnya.
Masih dari respon warga yang dituturkan oleh Ketua RT 07 ketika Gubernur DKI Jakarta Pramono Anum berkunjung, memberahikan diri untuk langsung berdialog dengan Gubernur dan memberikan saran agar beliau juga masuk ke gang pemukiman warga untuk melihat keadaan tempat tinggal warga.
“Warga kami di RT 07 merupakan salah satu yang langsung kena dampak dari akibat jalan yang hanya dikerjakan separuh. Kita warga, bila terjadi air laut pasang dan muara Kali Duri airnya meluap ke jalan, pasti akan langsung masuk ke gang pemukiman warga. Memang sih, kita juga belum tahu setelah jalan ini menjadi sama tinggi, apakah air tidak masuk lagi ke gang pemukiman warga. Namun setidaknya kami berharap jalan itu bisa menahan genangan air dan bisa mengurangi dampak banjir. Warga pun menurut saya harus juga menjaga serta merawatnya agar jalan yang sudah sempurna dan sama tinggi itu bisa bertahan lama,” paparnya.
Memang seharusnya Pemprov DKI Jakarta dengan Gubernur Pramono Anum lebih memperhatikan keluhan warga serta memberikan kesejahteraan untuk warganya. Jangan ada lagi wilayah di DKI Jakarta yang punya keluhan yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun baru bisa diselesaikan. Karena sesuai amanat UUD 1945 Pasal 34 ayat (3), yang menyatakan bahwa “Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas umum yang layak.” Jadi, secara tidak langsung, UUD 1945 memang mewajibkan pemerintah untuk menciptakan kondisi yang nyaman bagi warga negaranya. (Emi)
