Bogor, Perpek Media – 6 (Enam) Mahasiswa STIKES Widya Dharma Husada Tangerang Selatan (Tangsel) menunjukkan komitmen mereka dalam mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian di Desa Pamegarsari, Parung, Bogor, pada Rabu (29/10/2025).
Keenam Mahasiswa STIKES Widya Dharma Husada ini diantaranya Agung Prayudi, Ananda Gerladis, Banyu Bening Sekar, Shalsabilla Fazriah V, Siti Fatimah, dan Viki Nabila S mengambil tempat berinteraksi dengan warga di Mushola Al Mabrur, Majelis Taklim Pondok Pesantren Ojolali, Desa Pamegarsari, Parung, Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan keterampilan mahasiswa dengan Tema “Mengelola Risiko dan Mencegah Komplikasi Diabetes Tipe 2 & Hipertensi”.
Kegiatan Pengabdian
Mahasiswa STIKES Widya Dharma Husada Tangsel melakukan kegiatan pengabdian di Desa Pamegarsari, Parung, Bogor. Kegiatan ini meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, dan kegiatan sosial lainnya. Mahasiswa juga melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan pengembangan ekonomi lokal.
Dampak Kegiatan
Meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat Desa Pamegarsari. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa dalam mengabdi kepada masyarakat.
Membangun kemitraan antara STIKES Widya Dharma Husada Tangsel dengan masyarakat Desa Pamegarsari.
Banyu Bening Sekar, salahsatu Mahasiswi mengatakan,”Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan keterampilan mahasiswa,” ujar Sekar.
Dengan kegiatan pengabdian ini, STIKES Widya Dharma Husada Tangerang Selatan menunjukkan komitmennya dalam mengabdi kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Adapun bahasan pengabdian Mahasiswa STIKES Widya Dharma Husada dengan Tema ““Mengelola Risiko dan Mencegah Komplikasi Diabetes Tipe 2 & Hipertensi” ini mendapat respon positif dari warga setempat.

Diabetes tipe 2 dan hipertensi merupakan dua kondisi kesehatan yang saling terkait dan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius. Oleh karena itu, penting untuk mengelola risiko dan mencegah komplikasi kedua kondisi ini.
Faktor Risiko
Faktor genetik dan riwayat keluarga, kemudian pola hidup tidak seimbang, seperti diet tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik, kegemukan dan obesitas, stres dan kurang tidur.
Cara Mengelola Risiko
Mengadopsi pola hidup sehat, seperti diet seimbang dan aktivitas fisik teratur, memantau kadar gula darah dan tekanan darah secara teratur, mengelola stres dengan teknik relaksasi dan meditasi, menghindari rokok dan alcohol.
Pencegahan Komplikasi
Mengikuti pengobatan yang diresepkan oleh dokter, melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, mengelola kondisi kesehatan lainnya, seperti kolesterol tinggi dan obesitas, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola diabetes dan hipertensi.
Dengan mengelola risiko dan mencegah komplikasi, kita dapat mengurangi dampak negatif dari diabetes tipe 2 dan hipertensi. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan kesehatan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Ada beberapa tips tambahan yaitu meningkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran, mengurangi konsumsi gula dan garam, berolahraga secara teratur, seperti berjalan kaki atau berlari, dan mengelola stres dengan baik untuk meningkatkan kualitas hidup.
Dengan melakukan langkah-langkah di atas, kita dapat mengelola risiko dan mencegah komplikasi diabetes tipe 2 dan hipertensi. (*Haris S)
