Modus Test Drive, Pelaku Curanmor Bawa Kabur Motor di Kalideres

Jakarta, Perpek Media – Hanya lima menit. Itu saja waktu yang dibutuhkan seorang pria tak dikenal untuk mengubah harapan Irfan (45) menjual motornya menjadi keputusasaan. Modus penipuan dengan berpura-pura jadi pembeli lalu membawa kabur kendaraan – yang marak di transaksi COD atau media sosial – kembali menimpa warga Kampung Gaga Rawa Kompeni RT 008/04, Kamal Kalideres, Jakarta Barat.

Irfan, yang ingin menjual motor Honda Vario 150 tahun 2020, semula senang ketika seorang pria yang dikenalnya lewat platform jual beli online setuju bertemu. Pria itu datang ke rumahnya pada Selasa malam (2/12/2025) pukul 22.24 WIB, melihat dan memeriksa unit motor dengan cermat.

“Dia minta izin test drive, bilang mau cek kondisi mesin. Saya tidak curiga sama sekali, izinkan saja,” ujar Irfan kepada wartawan, Rabu (3/12).

Namun, apa yang seharusnya hanya uji berkendara singkat malah berubah jadi kejutan buruk. Lima menit berlalu, tak ada tanda-tanda pelaku kembali. Keterkejutan menyergap Irfan – pria itu bukan pembeli, tapi curanmor! Dia langsung melesat ke jalan, menyisir setiap sudut sekitar, tapi motornya sudah hilang tanpa jejak.

“Setelah mencari beberapa menit, saya tidak menemukan satupun. Motor saya sudah dibawa kabur!” ucap Irfan penuh kesal.

Tanpa ragu, Irfan langsung mendatangi Mapolsek Kalideres untuk melaporkan peristiwa tersebut dengan nomor Laporan STPL/B/843/XI/2025/PMJ/Res Jakbar/Kalideres.

Rahasia Modus Penipuan yang Berbahaya

Pelaku selalu memulai dengan menghubungi penjual lewat online, menyatakan minat membeli dengan bicara yang ramah. Setelah harga disepakati, mereka janjian bertemu – dan itu saat bahaya tiba:

  • Pura-pura test ride: Dengan alasan cek mesin atau performa, pelaku meminta mencoba motor, lalu langsung tancap gas dan menghilang. Kadang, teman penjual yang ikut diturunkan di tengah jalan agar tidak terganggu.
  • Memeriksa surat: Pelaku berpura-pura cek STNK dan BPKB, lalu saat penjual lengah, langsung bawa kabur motor dan dokumen sekaligus.

Jangan biarkan kesalahan kecil membuatmu korban! Tetap waspada dan utamakan keamanan saat bertransaksi jual beli barang berharga. (*/Sendy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *