Bogor, Perpek Media – Dalam upaya nyata mendukung program ketahanan pangan nasional, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0621/Kabupaten Bogor melaksanakan penanaman jagung dan pohon keras secara massal di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran non-fisik sekaligus upaya pengembangan potensi wilayah dalam program TMMD ke-128. Fokus utamanya adalah mengoptimalkan lahan produktif—termasuk pemanfaatan lahan tidur—guna menjamin ketersediaan pangan, serta menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Bogor Barat.
Komandan Satgas TMMD ke-128 Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf Rizal Dwijayanto, S.E., M.I.P., menyatakan bahwa pemilihan komoditas jagung didasari oleh nilai strategisnya sebagai alternatif pangan pokok. Sementara itu, penanaman pohon keras ditujukan sebagai langkah mitigasi bencana alam dan konservasi lingkungan jangka panjang.
“Hari ini kita menyaksikan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang luar biasa. Penanaman ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan investasi masa depan bagi masyarakat Desa Banyuasih. Kami berharap desa ini nantinya dapat menjadi lumbung pangan yang mandiri, sekaligus memiliki lingkungan yang asri dan terlindungi,” ujar Dansatgas di sela-sela kegiatan.
Selain bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, penanaman pohon keras juga berfungsi menahan erosi tanah serta menjaga kelestarian sumber mata air di kawasan perbukitan Cigudeg. Dalam kegiatan ini, personel Satgas juga memberikan pendampingan dan edukasi kepada warga mengenai teknik penanaman yang tepat, agar hasil panen dapat lebih maksimal dan berkelanjutan.
Kepala Desa Banyuasih bersama tokoh masyarakat setempat menyambut antusias program tersebut. Keterlibatan aktif warga sejak persiapan hingga pelaksanaan menunjukkan tingginya kesadaran kolektif akan pentingnya kedaulatan pangan di tingkat desa.
Program TMMD ke-128 ini diharapkan tidak hanya meninggalkan manfaat berupa infrastruktur fisik, tetapi juga membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat melalui pengembangan sektor pertanian dan kehutanan. (*/Red)
