Jakarta, Perpek Media — Kejuaraan Pencaksilat Tingkat Nasional Sri Gunting Student Championship 2026 yang memperebutkan Piala Walikota Jakarta Timur, Dr. H. Munjirin, S.Sos., M.Si., resmi berakhir dengan penuh keberhasilan. Ajang bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 14–16 Agustus 2026 di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur.
Ribuan atlet pelajar dari berbagai perguruan turun berprestasi, membuktikan kekompakan penyelenggaraan serta dukungan kuat Pemerintah Kota Jakarta Timur dan Pengurus Kota IPSI Jakarta Timur.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jakarta Timur: Temukan Bakat Baru, Serta Jauhkan Generasi Dari Kenakalan Remaja
Ketua IPSI Jakarta Timur, H. Porseda Risman, SE., MBA., memuji kinerja panitia yang bekerja sepenuh hati selama tiga hari berturut-turut hingga acara berjalan lancar sesuai rencana.
“Pertama-tama, saya mengucapkan ribuan terima kasih dan salut. Terlihat kekompakan panitia yang sudah menyelesaikan tugasnya sampai hari ini. Tiga hari berturut-turut panitia bekerja keras sepenuhnya. Hari ini sudah selesai, tentunya berkat kerja keras seluruh panitia dan profesionalisme Ketua Pelaksana, yaitu Pak Agus. Ini luar biasa semuanya berjalan sesuai rencana, apa yang kita targetkan semuanya selesai dan tercapai,” ujarnya, di Gelanggang Olahraga Ciracas (16/08).
Lebih lanjut, Porseda menjelaskan kejuaraan ini menjadi sarana IPSI Jakarta Timur untuk menggali dan menemukan bibit atlet unggulan dari kalangan pelajar. “Hari ini kita sudah melihat atlet-atlet terbaik itu muncul, mereka akan menjadi tumpuan Jakarta Timur ke depannya, bahkan diharapkan bisa mewakili DKI Jakarta hingga ke tingkat nasional maupun dunia.” Harapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot Jakarta Timur atas dukungan penuh terhadap dunia pencaksilan. “Seperti yang diketahui, ini adalah kelima kalinya kejuaraan memperebutkan Piala Wali Kota. Dukungan Pemerintah Kota Jakarta Timur sangat luar biasa, pemerintah sangat terbuka terhadap dunia pencaksilat. Hal ini terbukti dari audiensi yang berjalan baik serta dukungan penuh langsung dari Pak Wali Kota, Dr. H. Munjirin, S.Sos., M.Si. Terima kasih banyak kepada Beliau yang sudah mendukung penuh IPSI Jakarta Timur dalam mensukseskan kejuaraan ini.” Ucapnya.
Porseda pun berpesan kepada para remaja dan atlet agar menjauhi kenakalan remaja dan tunjukkan prestasi di gelanggang. “Jauhi tawuran, jauhi narkoba, dan jauhi segala bentuk kenakalan remaja lainnya. Tunjukkan prestasimu di sini, tunjukkan kemampuanmu di pencaksilan. Anak silat tidak boleh tawuran, jika ingin menunjukkan kehebatan, tunjukkan di gelanggang, di lapangan. Mari kita katakan YA untuk pencaksilat, TIDAK untuk tawuran dan kenakalan remaja.” Pungkasnya.

Ketua Panitia: 1.438 Peserta Meraih Prestasi, Siap Jalur Prestasi
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Agus Priyanto, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara dari hari pertama hingga penutupan tanpa kendala berarti.
“Saya selaku panitia merasa sangat senang. Menurut saya, acara ini berjalan sukses dari hari pertama hingga berakhir berjalan lancar, tidak tersendat, dan tanpa kejadian yang mengganggu,” ungkap Agus (16/08).
Kejuaraan ini digelar untuk memberikan apresiasi sekaligus mempersiapkan peserta menghadapi sistem penerimaan pendidikan melalui jalur prestasi. Dipertandingkan kategori Tanding dan Jurus Tunggal, dibagi berdasarkan kelompok usia: Usia Dini I (Kls 1–3 SD), Usia Dini II (Kls 4–6 SD), Remaja (SMP), Remaja Akhir (SMA), serta cabang Seni Tradisional untuk anak dan remaja.
Jumlah peserta melampaui target awal, mencapai 1.438 orang. “Harapan saya kejuaraan serupa dapat dilaksanakan kembali tahun depan dengan jumlah peserta yang jauh lebih banyak. Jika sekarang mencapai 1.438 peserta, target kami di masa mendatang adalah mencapai 2.500 peserta,” tambahnya.
Juara Grand Champion: Kunci Sukses Adalah Latihan Teratur dan Proses Yang Tak Berhenti
Gema, atlet dari Tapak Suci Padepokan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang berhasil mempertahankan gelar Grand Champion untuk kedua kalinya berturut-turut, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung.
“Alhamdulillah. Untuk kedua kalinya—setahun kemarin hingga tahun ini—saya berhasil mempertahankan posisi juara utama. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pihak pendukung, tim, manajemen, serta semua orang yang telah berjuang bersama dan mendukung keberhasilan ini,” ucap Gema.
Ia mengungkapkan kunci keberhasilannya adalah latihan yang intensif dan terarah. “Di tempat kami, Tapak Suci Padepokan Taman Mini sistem pelatihannya teratur, terorganisir dengan baik, dan pelatih membimbing dengan fokus penuh pada setiap bidang serta kemampuan masing-masing.” Ujarnya.
Kemenangan ini ia persembahkan khusus untuk Almarhum Masuryo Wirawan, pendiri Tapak Suci Padepokan TMII. “Beliaulah yang pertama kali merintis berdirinya organisasi TSP TMII dan menyusun sistem pelatihan di sini, hal yang sangat berarti bagi kami.”

Di akhir pernyataannya, Gema menyampaikan pesan yang penuh makna: “Ingatlah, kegagalan itu bukan akhir segalanya, melainkan kemenangan yang tertunda. Mari terus berproses dan belajar menjadi yang terbaik. Kita hanya perlu berjuang dan berusaha, karena soal hasil atau rezeki itu bukan kita yang menentukan.” tutupnya.
Sri Gunting Student Championship 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bukti nyata sinergi antara pemerintah, organisasi pencaksilat, serta masyarakat dalam membina generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan menjauhi kenakalan remaja. (Mai)
