Bank Sedekah PKW RW 10 Penjaringan Kenalkan Program Lewat Vlog: Dari Sampah, Bermanfaat untuk Warga

Jakarta, Perpek Media – Paguyuban Kerukunan Warga RW.010 (PKW.010) di Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, meluncurkan cara baru untuk memperkenalkan program unggulannya, yaitu dengan membuat konten video vlog. Kegiatan ini bertujuan agar informasi mengenai program yang dikenal dengan nama “Bank Sedekah” tersebut dapat menjangkau lebih banyak orang melalui media sosial di era serba digital saat ini.

Video yang dibuat berisi berbagai konten mulai dari aktivitas harian pengurus, pengalaman langsung di lapangan, pandangan, hingga cerita perjalanan berdirinya program ini. Di dalamnya juga akan dijelaskan cara kerja, sejarah pembentukan, serta panduan singkat mengenai kegiatan yang dilakukan. Nantinya, video-video tersebut akan diunggah ke berbagai platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Selain untuk memperkenalkan program, konten ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan hiburan bagi penonton.

Bank Sedekah PKW.010 adalah kegiatan sosial masyarakat yang bergerak di bidang pengelolaan sampah non-organik. Sampah yang diterima meliputi jenis yang sulit terurai secara alami, seperti plastik, kaca, logam, karet, kardus bekas, hingga minyak jelantah bekas memasak rumah tangga. Barang-barang tersebut kemudian dikelola agar memiliki nilai ekonomi dan bisa dimanfaatkan kembali. Kegiatan ini dilaksanakan satu kali dalam setiap bulan dan berpusat di Sekretariat RW.010, Jalan Sukarela, Kelurahan Penjaringan.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan langsung oleh Ketua RW.010, H. Rakib, bersama Ketua PKW.010, Junaedi, serta pengurus lainnya yaitu Komar Komeng dan Kusnadi/Peang. Mereka juga dibantu oleh petugas keamanan lingkungan dalam proses pengumpulan, pemilahan, hingga penjualan sampah kepada pengepul barang bekas.

Hasil dari penjualan sampah tersebut kemudian digabungkan dengan sumbangan rutin bulanan. Sumbangan ini berasal dari kepedulian berbagai pihak, di antaranya para Ketua RT, Lembaga Musyawarah Kelurahan, Ibu-Ibu PKK, Dawis Jumantik, petugas keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar. Setiap pihak berkomitmen memberikan sumbangan minimal sebesar Rp50.000 setiap bulannya.

Menurut penuturan H. Rakib, pembuatan video vlog ini dilakukan agar masyarakat luas dapat mengetahui apa sebenarnya Bank Sedekah PKW.010 itu. Berbeda dengan bank sampah pada umumnya, program ini tidak menggunakan kartu nasabah. Seluruh warga menyetorkan barang bekasnya secara sukarela, dan seluruh hasil yang diperoleh akan dikembalikan lagi untuk kepentingan bersama.

“Kami sebut bank sedekah karena semua hasilnya kembali kepada masyarakat. Tidak ada keuntungan pribadi di sini,” jelas H. Rakib.

Manfaat yang dirasakan warga sangat nyata, terutama dalam hal pelayanan saat ada peristiwa duka. Bagi warga yang beragama Islam yang meninggal dunia, pengurus akan menyiapkan kain kafan, melayani proses memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga mengantarkan jenazah ke tempat pemakaman menggunakan mobil ambulan milik PKW.010 secara cuma-cuma.

Bagi warga yang bukan beragama Islam yang meninggal dunia, bantuan tetap diberikan dalam bentuk uang duka untuk keluarga yang ditinggalkan. Jika pemakaman dilakukan di dalam wilayah Jakarta, layanan mobil ambulan beserta sopirnya diberikan secara gratis. Jika jenazah akan dibawa ke luar daerah, pihak keluarga hanya perlu menanggung biaya bahan bakar dan biaya jalan tol saja.

Hingga saat ini, pengelolaan keuangan program ini berjalan dengan sangat baik. Dana yang terkumpul tidak pernah mengalami kekurangan, meskipun pernah terjadi kondisi di mana dalam satu bulan terdapat sembilan warga yang meninggal dunia sekaligus.

“Prinsip kami sederhana, jika kita bergerak di bidang kemanusiaan dan sosial, insya Allah Tuhan Yang Maha Esa akan senantiasa memberikan kemudahan dan pertolongan. Ini sudah kami buktikan sejak tahun 2022, saat saya mulai menjabat sebagai Ketua RW.010,” ujar H. Rakib.

Meskipun berjalan lancar, tantangan tetap ada. Salah satu kendala yang dihadapi adalah masih adanya sebagian warga yang belum memahami tujuan dan manfaat dari program ini. Oleh karena itu, pengurus terus melakukan pendekatan dan edukasi secara bertahap agar seluruh warga dapat memahami dan ikut mendukung kegiatan tersebut.

Dalam menjalankan tugasnya, pengurus sangat menjunjung tinggi prinsip keterbukaan. Setiap kali ada kegiatan penimbangan dan pemilahan sampah, laporan tertulis maupun rekaman data selalu disusun dan disampaikan kepada instansi terkait, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

“Kami tidak memandang perbedaan agama, suku, maupun golongan. Semua kami lindungi dan bantu, baik itu bantuan untuk anak yatim piatu maupun warga lanjut usia,” tegas H. Rakib.

Dana yang berasal dari pengumpulan minyak jelantah juga dialokasikan khusus untuk kebutuhan warga lanjut usia. Sepanjang hampir tujuh tahun beroperasi, Bank Sedekah PKW.010 telah menyalurkan dana bantuan dengan total lebih dari Rp70 juta.

Suhartini, selaku Ketua PKK RW.010 yang juga istri dari Ketua RW, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini. Menurutnya, dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan oleh H. Rakib serta seluruh pengurus patut dicontoh dan didukung terus-menerus.

“Program ini sangat baik karena benar-benar berasal dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Tidak ada keuntungan pribadi, apalagi untuk kepentingan keluarga pengurus atau anggota. Kami bekerja secara gotong royong memilah sampah agar nilainya meningkat, dan manfaatnya kembali dinikmati bersama oleh warga RW.010,” tegas Suhartini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Kelurahan Penjaringan, yaitu Maulizah Djohan Anwar dan Sutini dari Pengurus Pokja 3 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Pokja 3 ini membidangi berbagai urusan masyarakat, mulai dari sandang pangan, ketahanan pangan, pengelolaan sampah, minyak jelantah, hingga pengembangan keterampilan warga dan pengelolaan tanaman obat keluarga. Kehadiran mereka menandakan dukungan penuh dari pemerintah setempat terhadap program yang sangat bermanfaat ini. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *