Bogor, Perpek Media – Semangat personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 0621/Kabupaten Bogor tak pernah luntur. Memasuki pertengahan pelaksanaan program, pembangunan infrastruktur sarana air bersih di Kampung Panunggangan, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg kini menjadi fokus utama yang terus dipercepat pengerjaannya.
Langkah ini diambil sebagai solusi nyata agar warga segera terbebas dari kesulitan mendapatkan air bersih yang telah menjadi masalah berkepanjangan. Wilayah yang memiliki struktur tanah perbukitan selama ini menjadi kendala utama yang membuat akses air layak sulit terjangkau.
Meski harus berhadapan dengan cuaca yang tak menentu dan medan perbukitan yang terjal, para prajurit TNI tetap teguh melangkah, didukung penuh oleh gotong royong warga setempat.
Proses pengeboran terus digenjot menggunakan peralatan pipa bor. Setelah tahap ini selesai, akan segera dilakukan penanaman ribuan meter pipa yang berfungsi menyalurkan air langsung dari sumber mata air menuju bak penampungan yang dibangun di area pemukiman.
Selain pengeboran, pembangunan konstruksi bak penampung air juga telah memasuki tahap akhir. Bangunan ini dirancang secara kokoh agar mampu menampung dan menjamin ketersediaan debit air yang stabil sepanjang waktu.
Sebelumnya, warga di lokasi tersebut sangat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Mereka hanya mengandalkan air hujan atau harus menempuh perjalanan jauh menuruni lembah hanya untuk keperluan MCK sehari-hari.
“Kami targetkan sebelum program TMMD berakhir, air sudah bisa mengalir sampai ke depan rumah warga. Pembangunan ini kami laksanakan semata untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Desa Banyuasih,” ungkap salah seorang perwira saat diwawancarai awak media, Selasa (5/5/2026).
Dengan beroperasinya sarana air bersih ini, berbagai manfaat besar akan dirasakan langsung oleh warga, antara lain: menurunkan risiko penyakit kulit dan diare yang kerap muncul akibat penggunaan air tidak layak; tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air kemasan; serta menghemat waktu ibu rumah tangga yang dulunya harus menghabiskan berjam-jam hanya untuk mengangkut air.
Keberhasilan percepatan pembangunan ini tak lepas dari sinergi yang terjalin. Warga turut berpartisipasi aktif, bahkan bersedia mengangkut material bangunan secara manual melewati jalur sulit bersama para prajurit.
Program TMMD ke-128 di Cigudeg kembali membuktikan bahwa manunggalnya TNI dan Rakyat mampu mengatasi berbagai tantangan, termasuk mewujudkan infrastruktur yang sebelumnya dianggap sulit dalam waktu singkat. Pihak TNI akan terus memantau perkembangannya, hingga akhirnya terwujud wajah baru Desa Banyuasih yang lebih sehat dan sejahtera. (*/Red)
