Tangerang, Perpek Media – Kepolisian Sektor Cisoka melalui fungsi Binamas, bersama unsur TNI Babinsa dan Pemerintah Desa Cikuya, memantau langsung serta mengamankan proses penyaluran dan pendistribusian bantuan pangan beras dari Perum BULOG. Kegiatan ini merupakan penyaluran alokasi untuk periode Februari–Maret 2026 yang menyasar jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bagian program pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum BULOG, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Sejak pukul 08.10 WIB, Kapolsek Cisoka yang diwakili Bhabinkamtibmas, bersama Babinsa Kodim Cisoka, Kepala Desa Cikuya Ade Sapei, serta petugas BULOG, telah turun langsung ke lokasi untuk memonitoring dan mengamankan jalannya pendistribusian. Adapun jumlah penerima manfaat di wilayah Desa Cikuya tercatat sebanyak 2.356 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Secara rinci, jumlah bantuan yang diterima Pemerintah Desa Cikuya adalah sebanyak 47,12 Ton beras atau setara dengan 4.712 karung, serta tambahan 785 dus minyak sayur dengan total isi 9.424 liter.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Desa Cikuya menugaskan 10 staf yang dibantu oleh para Ketua RT, Ketua RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) untuk melayani pembagian. Penyaluran dilakukan secara tertib dengan memverifikasi data melalui pemindaian barcode yang dimiliki oleh masing-masing penerima bantuan agar akurat dan transparan.
Mengingat bantuan ini merupakan akumulasi alokasi untuk bulan Februari hingga Maret 2026, maka setiap KPM menerima jatah sebanyak 2 karung beras (total 20 kilogram) dan 4 liter minyak sayur. Adapun ketentuan per bulannya, setiap keluarga mendapatkan bantuan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak sayur.
Penerima bantuan pangan ini ditetapkan merujuk pada data dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang telah diverifikasi di masing-masing desa. Program bantuan pangan ini rencananya akan terus digulirkan pemerintah hingga bulan Juni 2026, sebagai langkah strategis menjaga stabilitas daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan laju inflasi.
Adapun tujuan utama dari Program Bantuan Pangan ini adalah:
1. Mengatasi krisis pangan: Menjadi cadangan pangan yang disalurkan saat terjadi bencana alam, gagal panen, atau keadaan darurat lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
2. Menjaga stabilitas harga: Melalui pengelolaan cadangan pangan, pemerintah dapat mencegah terjadinya lonjakan harga beras yang merugikan masyarakat.
3. Mendukung ketahanan pangan nasional: Memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi, khususnya warga yang berada di bawah garis kemiskinan.
Sementara itu, Kepala Desa Cikuya, Ade Sapei, didampingi Bripka Asep Saepudin, mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat maupun Daerah atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.
“Atas nama Pemerintah Desa, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat dan Daerah atas perhatian dan kepeduliannya. Bantuan ini merupakan bentuk stimulus ekonomi yang sangat berarti untuk membantu menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat kita saat ini,” ujar Ade Sapei.
Ia juga berpesan kepada seluruh warga penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa syukur.
“Kepada warga penerima bantuan, manfaatkanlah bantuan ini sebaik-baiknya dan semoga bantuan ini membawa berkah bagi kita semua,” pungkasnya. (Nurarif)
