Qurban Tak Sekadar Berbagi Daging, Polisi dan Warga Wujudkan Kebersamaan di Cengkareng

Jakarta, Perpek Media – Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa begitu kental menyelimuti lingkungan Jalan Pondok Randu RT 004/02, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu pagi (27/05/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, warga berdatangan dan berkumpul di Masjid Jami Nurul Islam untuk menyaksikan pelaksanaan pemotongan hewan qurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Semangat gotong royong tampak mendominasi seluruh rangkaian acara. Tahun ini, panitia penyelenggara yang diketuai H. Sadeli telah menyiapkan sebanyak 11 ekor sapi dan 25 ekor kambing untuk disembelih dan dibagikan kepada warga yang berhak. Prosesi pemotongan berlangsung tertib, aman, dan dilaksanakan sesuai syariat serta ketentuan yang berlaku.

Kehadiran unsur kepolisian dari Polsek Cengkareng turut memberikan warna tersendiri sekaligus menambah rasa aman dan nyaman bagi seluruh jamaah maupun warga yang hadir. Terlihat langsung di lokasi, Kapolsubsektor Rawa Buaya, Ipda Jeksen Manurung, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Duri Kosambi, Aipda Achmad Haris, turun ke lapangan guna memantau dan mengawal jalannya kegiatan dari awal hingga selesai.

Kehadiran aparat kepolisian ini bukan sekadar pengamanan, melainkan wujud nyata sinergitas antara pihak berwajib dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat bahwa di balik setiap pelaksanaan ibadah, ada jaminan keamanan yang disiapkan agar warga dapat beribadah dengan tenang.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk pelayanan dan pengamanan. Tujuan utamanya untuk memastikan kegiatan qurban berjalan khidmat, lancar, aman, serta memberikan rasa nyaman dan ketenangan bagi seluruh warga yang berpartisipasi,” ungkap Aipda Achmad Haris saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Lebih dari sekadar proses pemotongan dan pembagian daging, momen Idul Adha di kawasan Pondok Randu ini menjadi bukti bahwa ibadah qurban adalah sarana mempererat persaudaraan. Di lokasi ini, polisi, panitia, dan warga tampak bahu-membahu, saling membantu, dan menciptakan suasana yang hangat. Nilai berbagi tidak hanya berhenti pada daging qurban, tetapi juga terbagi dalam bentuk kebersamaan dan kerukunan antarwarga.

Hingga laporan ini diturunkan, proses pemotongan hewan qurban dan pembagian daging masih berlangsung dengan tertib dan lancar. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *