Khawatir Wabah Penyakit, Warga Minta Sampah di Jalan Tambora Segera Diangkut

Jakarta, Perpek Media – Tumpukan sampah yang kian menggunung bak gunung menjadi masalah serius yang kini dikeluhkan warga di Jalan Tambora VI, Kelurahan Tambora, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Lokasi penumpukan ini persis berada di seberang SMP Negeri 54 Jakarta, berdekatan dengan tempat usaha pembuatan peti kayu, serta dikelilingi pemukiman padat penduduk.

Pantauan di lokasi pada Selasa (19/05/2026), terlihat jelas tumpukan sampah yang menumpuk tinggi di bahu jalan. Kondisi ini kian memprihatinkan mengingat lokasi tersebut sangat dekat dengan lingkungan sekolah dan pemukiman warga, sehingga dampak pencemaran langsung terasa sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekitar.

Warga setempat mengeluhkan bau tidak sedap yang sangat menyengat, yang tercium hingga masuk ke dalam rumah-rumah warga. Selain itu, tumpukan sampah yang sudah berhari-hari tidak diangkut itu kini menjadi sarang ribuan lalat dan berbagai hama, yang tentu saja sangat tidak higienis serta berpotensi besar menjadi sumber penyebaran penyakit.

“Kami sangat khawatir kondisi ini memicu wabah penyakit. Apalagi letaknya sangat dekat dengan SMPN 54 Jakarta, ini tentu mengganggu kenyamanan siswa dalam belajar, sekaligus membahayakan kesehatan warga sekitar,” ujar Asep, salah satu warga setempat.

Asep menegaskan, warga meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Lurah Tambora, Camat Tambora, serta Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat segera bertindak cepat. Ia menuntut agar sampah tersebut segera diangkut dan dibersihkan secepatnya.

“Kami minta dinas terkait tidak boleh lambat, harus bergerak cepat, angkut dan bersihkan sampah ini sekarang juga! Kebersihan lingkungan adalah hak setiap warga negara,” tegasnya.

Oleh karena itu, warga berharap pihak berwenang tidak lagi menunda penanganan masalah ini. Sampah tersebut diharapkan segera dipindahkan dan diangkut menuju Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) agar lingkungan kembali bersih, sehat, dan nyaman bagi warga maupun aktivitas belajar mengajar di sekolah. (*/AT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *