WPO: Terowongan Silaturahim, Bukti Nyata Dialog Iman Jerman–Indonesia

Jakarta, Perpek Media – World Peace Organization (WPO) menyambut baik kunjungan Presiden Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Dua tempat ibadah yang berdampingan dan dihubungkan oleh Terowongan Silaturahim sepanjang 34 meter ini menjadi simbol nyata bahwa perbedaan keyakinan dapat hidup berdampingan secara damai.

Kehadiran Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., bersama Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, dalam menyambut pemimpin Negeri Jerman itu, menegaskan kuatnya tradisi toleransi di Indonesia.

Terowongan Ini Lebih dari Sekadar Jalan di Bawah Tanah

WPO menilai Terowongan Silaturahim bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan juga “jembatan spiritual”. Terowongan ini membuktikan bahwa masjid dan gereja tidak harus berseberangan, melainkan dapat terhubung satu sama lain.

Prof. Dr. Bambang Herry Purnomo, SH., MH., Presiden WPO menyampaikan, “Ini merupakan kehormatan besar bagi Indonesia. Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta menunjukkan kepada dunia bahwa persaudaraan melampaui batas tembok dan ajaran. Dari terowongan sepanjang 34 meter ini, dunia belajar bahwa dialog antariman adalah jalan terbaik menuju perdamaian global.” Ujarnya.

WPO menilai kunjungan Presiden Steinmeier melengkapi rangkaian pertemuan kenegaraan dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Bagi WPO, momen ini bukan sekadar diplomasi politik, melainkan juga bentuk diplomasi perdamaian dan kemanusiaan.

Komitmen WPO

Momen ini memperkuat keyakinan WPO bahwa “Peace is a Must” atau “Perdamaian adalah Kebutuhan Mutlak”. WPO akan terus mendorong terwujudnya lebih banyak “Terowongan Silaturahim” baik secara fisik maupun dalam cara berpikir di berbagai belahan dunia.

Dari Jakarta untuk dunia: perbedaan adalah anugerah, persaudaraan adalah pilihan.

Siaran pers ini disampaikan pada Rabu (17/06/2026) oleh : Dra. Yenny Agoestian, M.B.A., Ph.D., Wakil Sekretaris Jenderal WPO Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Teknologi Informasi, dan Sumber Daya Manusia, sekaligus Staf Khusus Bidang Informasi Publik.

(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *